Teks
hari ini dimulai dengan paparan Paulus tentang peringatan kepada jemaat di
Korintus bahwa mereka telah memiliki janji-janji Tuhan. Janji yang pertama
adalah sebagaimana tersebut dalam pasal 6:16. “Aku akan diam bersama-sama dengan
mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka,
dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Janji kedua disebutkan dalam pasal
6:18. “Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku
laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan.” Kosekuensinya adalah jemaat di
Korintus harus menyucikan diri dari semua pencemaran jasmani dan rohaniagar
sempurnalah kekudusan mereka dalam takut akan Tuhan. Tuhan telah menepati
janji-Nya, hadir dan menyertai umat-Nya serta menjadi Bapa bagi mereka yang
percaya. Hidup kita berlangsung dengan, bersama dan di dalam Tuhan. Kita tak
lagi hidup untuk diri sendiri. Hal ini berarti pula bahwa hidup yang kita
jalani adalah tanda kehadiran Tuhan. Oleh sebab itu semua kecemaran baik
jasmani atau rohani tidak boleh menodai hidup orang Kristen. Selain itu kita
tak boleh hidup seakan Allah tiada, sehingga bebas melakukan apapun semau diri
sendiri. Bersama Allah kita tenang, tak lagi ragu, kuatir atau bimbang. Dia-lah
Bapa yang peduli dan sayang kepada kita anak-anak-Nya. Kita menjalani keberadaan
karena kasih sayang Tuhan. Marilah buang kebencian, iri hati, keserakahan,
kekerasan, fitnaan, dan cacian.
Sempurnakanlah keudusan dalam takut akan Allah. Kita telah menerima janji
Allah, maka teruslah hidup dalam kekudusan. Berhentilah membenci dan mulailah
mencintai. Berhentilah mencaci dan mulailah menghargai. Berhentilah iri hati dan mulailah mensyukuri.
Orang-orang yang telah menerima janji Tuhan hidupnya suci dan sempurna
kekudusannya dalam takut akan Allah. Tuhan yang adalah Bapa, menyertai dan
memberkati kita anak-anak-Nya.
Doa: Ya, Roh Kudus tuntunlah kami untuk tetap menjaga
kekudusan hidup dalam takut akan Allah. Amin.

.png)
Posting Komentar